Arsip Tag: renungan

Si Pendiam yang Murah Senyum

Pendiam, tidak banyak bicara, tidak pernah melukai hati saudara-saudaranya dengan kata-kata atau perbuatan dan senyum selalu menghiasi wajahmu, itulah bahasa yang dikenal oleh teman-temanmu, bahasa senyuman, demi Allah ! itulah wajah yang aku kenal dari dirimu, selalu memulai menyapa sebelum disapa, tetapi diam-mu selalu menyertai sikapmu, umurmupun masih sangat belia 17 tahun, wahai saudaraku ! Lanjutkan membaca Si Pendiam yang Murah Senyum

Gagal Hati pada Era Tekno

Di kitab-kitab bertema tazkiyatun nufus bisa kita jumpai nasihat para salaf terkait “hati yang sakit” maupun “hati yang mati”. Di antara penyebab “gagal hati” (meminjam istilah “gagal ginjal”) adalah: makan berlebih-berlebihan, berbicara berlebih-berlebihan, tidur berlebih-berlebihan, bergaul berlebih-berlebihan, dll.

Pada era tekno? Ini daftar balon (bakal-calon) faktor pemicu “gagal hati”:

  1. Lanjutkan membaca Gagal Hati pada Era Tekno

Plot Kehidupan

Banyak hal yang terlihat bagaikan mimpi (bagai bukan realita) ketika semua plotnya telah selesai dan kita melihatnya secara utuh sejak awal hingga akhir.

Sebuah kota akan kelihatan begitu besar kalau dijelajahi sudutnya satu per satu, tetapi akan begitu kecil saat dilihat dalam bentuk sebuah miniatur arsitektur.

Lanjutkan membaca Plot Kehidupan

Ketika Tidak Ada Orang yang Melihat atau Mengetahui

Diantara tanda keikhlasan seseorang adalah ia semakin gembira dan bahagia tatkala semakin tidak ada orang yang melihat atau mengetahui amalan sholeh yang ia kerjakan. Tatkala ia mengetahui bahwasanya hanyalah Allah yang mengetahui amalan sholehnya maka hatinyapun berbinar-binar.

Pernahkan anda merasakan kebahagiaan tersebut?? jika pernah maka bergembiralah, pertahankanlah kebahagiaan tersebut, semoga anda termasuk orang-orang yang ikhlas.

Namun jika tidak pernah anda rasakan maka berangan-anganlah jika anda beramal sholeh baik haji atau umroh atau bersedekah atau ikut pengajian atau berdakwah atau membantu orang lain agar tak seorangpun yang mengetahuinya kecuali Allah ta’aalaa.

Angan-angan ini sangatlah berat dan sulit…akan tetapi berdoalah…Allahlah yang membolak-balikan hati anda

http://firanda.com/index.php/artikel/36-status-facebook/210-antara-keikhlasan-dan-menyembunyikan-amal-sholeh

Dahulukan Makanan Pokok

Sebagai mantan pengguna facebook, saya tidak memungkiri beberapa manfaat ber-FB. Salah satu manfaat yang sangat terasa adalah bisa mendapat banyak faedah ilmu diniyyah dari banyak teman dalam waktu yang cepat. Bayangkan, dalam sehari hampir setiap orang membagi status, catatan, dan tautan yang sarat faedah ilmiah. Ragamnya pun rupa-rupa: akidah, fikih, hadits, tazkiyatun nufus, fatwa ulama, tarbiyatul abna’, hingga rumah tangga.

Sedikit berbagi kenangan masa lalu, ada sebuah pertimbangan yang sangat menguatkan saya untuk berhenti FB-an. Sebatas opini pribadi saya yang boleh jadi Anda terima, Anda debat, bahkan Anda tolak mentah-mentah.

Jadi, begini ceritanya …
Lanjutkan membaca Dahulukan Makanan Pokok

Barokah Zaman

Judul di atas merupakan sebuah frasa menarik yang saya baca dari tulisan Mba Rini di blog beliau.

Pas sekali! Kehidupan saya pekan ini banyak diwarnai tema “barokah zaman”.

Internet itu terkadang melalaikan

Kalau sudah terlihat betah di depan komputer dan menjelajahi berbagai situs dan blog, Abu Asiyah suka menyindir saya, “Internet itu terkadang melalaikan.”

Namanya juga manusia yang suka mencari pembenaran [1], biasanya saya akan menyanggah dengan beralasan bahwa internetan itu ‘kan juga dalam rangka belajar dan menambah ilmu. Akan tetapi, setelah merenung kembali, ucapan beliau itu ada benarnya juga.

Ini dia yang kucari!

Rasanya ada sesuatu yang mesti saya temukan. Meski begitu, saya sendiri tidak tahu apa gerangan “sesuatu” itu.

Sampai akhirnya, ketika membetulkan letak buku-buku di ruang tamu, saya temukan fotokopi-kitab bersampul hijau yang berjudul Taudhihul Ahkam min Bulughil Maram. Saking sudah lamanya tidak mengamati isinya lekat-lekat, saya sampai lupa bahwa fotokopian itu berisikan matan kitab Al-Ilmam fi Ushulil Ahkam, sebuah muqaddimah yang sengaja ditulis oleh Syekh Al-Bassam sebagai tambahan pengetahuan bagi pembaca kitab Taudhihul Ahkam, karya beliau. Lanjutkan membaca Barokah Zaman

Sudahkah Ibu Melakukannya Hari Ini?

Sudahkah Ibu baca alquran hari ini?

Mmh … nanti saja, setelah urusan rumah beres semua.

Sudahkah Ibu update status FB hari ini?

: ) Mau tau aja ….

Sudahkah Ibu masak sarapan pagi-pagi begini?

Mmh … sabar ya, ini masih dalam tahap pelaksanaan.

Sudahkah Ibu memeriksa notification FB Ibu pagi ini?

: ) Mau tau aja ….

Sudahkah Ibu membuatkan minuman hangat untuk suami Ibu pagi ini?

Mmh … sebentar dulu ya, saya sedang menyelesaikan masakan dulu.

Sudahkah Ibu memeriksa pesan Blackberry setelah bangun tidur?

: ) Mau tau aja ….

Sudahkah Ibu menghadiri majelis ilmu hari ini?

Mmh … bingung juga nih, soalnya pekerjaan rumah belum kelar juga.

Sudahkah Ibu chatting di YM/FB dengan kawan hari ini?

: ) Mau tau aja ….

Sudahkah Ibu mendengar rekaman kajian hari ini?

Mmh … belum sempat, soalnya si kecil rewel terus.

Sudahkah Ibu kirim-kiriman email ke milis hari ini?

: ) Mau tau aja ….

Maukah Ibu masuk surga?

Jelas mau dong ….

Maukah Ibu tak tersentuh api neraka sama sekali?

Jelas mau dong ….

 

*) Sekadar ilustrasi realita yang jenaka, untuk menggelitik jiwa saya sendiri agar lebih banyak introspeksi diri.

Bandar Universiti, 11 Oktober 2011,
Athirah