Arsip Tag: nufus

Deg-Degan

Deg-degan ….

 

Bulan Ramadhan insyaalloh 1,5 bulan lagi

Bisa ketemu Ramadhan tahun ini enggak ya?

Bisa ikhlas menjalani Ramadhan enggak ya?

Bisa lebih maksimal beramal shalih pas waktu itu tiba enggak ya?

Bisa lebih optimal dalam menyebar semangat Ramadhan ke orang-orang yang disayang enggak ya?

Bisa dapat lailatul qadr enggak ya?

Bisa diterima amalnya selama Ramadhan enggak ya?

Bisa semakin meningkat dalam ketakwaan selepas Ramadhan enggak ya?

Bisa masuk surga Firdaus Al-A’la karena amal Ramadhan tahun ini enggak ya?

 

Deg-degan ….

Harap-harap cemas ….

 

 

Bandar Universiti, 2 Juni 2012

Athirah

Iklan

Si Pendiam yang Murah Senyum

Pendiam, tidak banyak bicara, tidak pernah melukai hati saudara-saudaranya dengan kata-kata atau perbuatan dan senyum selalu menghiasi wajahmu, itulah bahasa yang dikenal oleh teman-temanmu, bahasa senyuman, demi Allah ! itulah wajah yang aku kenal dari dirimu, selalu memulai menyapa sebelum disapa, tetapi diam-mu selalu menyertai sikapmu, umurmupun masih sangat belia 17 tahun, wahai saudaraku ! Lanjutkan membaca Si Pendiam yang Murah Senyum

Tersembunyi

http://abul-jauzaa.blogspot.com/2011/12/tersembunyi.html

 

Abu Al-Jauzaa’ :, 10 Desember 2011

*

Al-Imaam Muslim rahimahullah berkata :

حَدَّثَنَا عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ وَهُوَ ابْنُ سَلَمَةَ، عَنْ سَعِيدٍ الْجُرَيْرِيِّ، بِهَذَا الْإِسْنَادِ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، قَالَ: إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ وَلَهُ وَالِدَةٌ، وَكَانَ بِهِ بَيَاضٌ فَمُرُوهُ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَكُمْ

Telah menceritakan kepada kami ‘Affaan bin Muslim : Telah menceritakan kepada kami Hammaad bin Salamah, dari Sa’iid Al-Jurairiy dengan sanad ini, dari ‘Umar bin Al-Khaththaab, ia berkata : Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik tabi’iin adalah seorang laki-laki yang bernama Uwais. Ia mempunyai ibu, dan ia dulu mempunyai belang putih. Carilah ia, lalu mintalah ia agar memohonkan ampun kepada kalian” [Shahih Muslim no. 2542].

Ya, dialah Uwais Al-Qaraniy rahimahullah. Seorang yang sempat sejaman dengan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, namun belum pernah bertemu dengan beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Keutamaan yang dimiliki Uwais salah satunya karena sifatnya yang enggan dengan kemasyhuran[1]. Ia senantiasa menyembunyikan diri dalam ketaatan, hingga ketika ada orang menemuinya karena mengetahui keutamaan yang disebutkan ‘Umar dalam hadits di atas, Uwais berkata :

Lanjutkan membaca Tersembunyi

Gagal Hati pada Era Tekno

Di kitab-kitab bertema tazkiyatun nufus bisa kita jumpai nasihat para salaf terkait “hati yang sakit” maupun “hati yang mati”. Di antara penyebab “gagal hati” (meminjam istilah “gagal ginjal”) adalah: makan berlebih-berlebihan, berbicara berlebih-berlebihan, tidur berlebih-berlebihan, bergaul berlebih-berlebihan, dll.

Pada era tekno? Ini daftar balon (bakal-calon) faktor pemicu “gagal hati”:

  1. Lanjutkan membaca Gagal Hati pada Era Tekno

Karena Cinta

Mantan CEO Apple, Steve Jobs, akhirnya menyerah akibat keganasan penyakit kanker pankreas yang sudah tujuh tahun dideritanya. Ia meninggal dunia pada Rabu (5/10/2011) lalu, meninggalkan nama besar sebagai seorang visioner dalam perkembangan teknologi. Jobs bukan hanya membuat hidup kita lebih mudah dan nyaman dengan berbagai kecanggihan teknologi yang diciptakannya, tapi juga mengilhami kita untuk bisa hidup lebih baik dan menghargai hidup. Berikut beberapa pelajaran tentang cinta yang dapat diambil dari Steve Jobs dalam pidatonya di Stanford University tahun 2005.
Lanjutkan membaca Karena Cinta

Plot Kehidupan

Banyak hal yang terlihat bagaikan mimpi (bagai bukan realita) ketika semua plotnya telah selesai dan kita melihatnya secara utuh sejak awal hingga akhir.

Sebuah kota akan kelihatan begitu besar kalau dijelajahi sudutnya satu per satu, tetapi akan begitu kecil saat dilihat dalam bentuk sebuah miniatur arsitektur.

Lanjutkan membaca Plot Kehidupan

Ketika Tidak Ada Orang yang Melihat atau Mengetahui

Diantara tanda keikhlasan seseorang adalah ia semakin gembira dan bahagia tatkala semakin tidak ada orang yang melihat atau mengetahui amalan sholeh yang ia kerjakan. Tatkala ia mengetahui bahwasanya hanyalah Allah yang mengetahui amalan sholehnya maka hatinyapun berbinar-binar.

Pernahkan anda merasakan kebahagiaan tersebut?? jika pernah maka bergembiralah, pertahankanlah kebahagiaan tersebut, semoga anda termasuk orang-orang yang ikhlas.

Namun jika tidak pernah anda rasakan maka berangan-anganlah jika anda beramal sholeh baik haji atau umroh atau bersedekah atau ikut pengajian atau berdakwah atau membantu orang lain agar tak seorangpun yang mengetahuinya kecuali Allah ta’aalaa.

Angan-angan ini sangatlah berat dan sulit…akan tetapi berdoalah…Allahlah yang membolak-balikan hati anda

http://firanda.com/index.php/artikel/36-status-facebook/210-antara-keikhlasan-dan-menyembunyikan-amal-sholeh

Dahulukan Makanan Pokok

Sebagai mantan pengguna facebook, saya tidak memungkiri beberapa manfaat ber-FB. Salah satu manfaat yang sangat terasa adalah bisa mendapat banyak faedah ilmu diniyyah dari banyak teman dalam waktu yang cepat. Bayangkan, dalam sehari hampir setiap orang membagi status, catatan, dan tautan yang sarat faedah ilmiah. Ragamnya pun rupa-rupa: akidah, fikih, hadits, tazkiyatun nufus, fatwa ulama, tarbiyatul abna’, hingga rumah tangga.

Sedikit berbagi kenangan masa lalu, ada sebuah pertimbangan yang sangat menguatkan saya untuk berhenti FB-an. Sebatas opini pribadi saya yang boleh jadi Anda terima, Anda debat, bahkan Anda tolak mentah-mentah.

Jadi, begini ceritanya …
Lanjutkan membaca Dahulukan Makanan Pokok