Arsip Tag: ibu-ibu

Awas Mogok!

Pernah lihat mobil/motor mogok? Bagaimana supaya nyala lagi? Di-starter ulang ‘kan? Kalau masih tetap mogok, apa yang akan kita lakukan?

Belajar ilmu agama bisa diibaratkan seperti itu.

Sebelum menikah: rajin ikut pengajian, rajin baca buku, rajin baca Alquran, rajin menghafal Alquran.

Setelah menikah: agak mandek datang pengajian (nunggu suami nganter), agak mandek baca buku (sibuk masak dan ngurus rumah), agak mandek baca Alquran (udah terlalu capek, matanya udah redup), agak mandek menghafal Alquran (udah enggak ada energi buat otak).

Setelah punya anak: makin mandek lagi.

Horor!!! *ini pengalaman pribadi*

Sebelum mobil/motor kita mogok, cepat-cepat ambil tindakan agar mesinnya tetap hidup, supaya dia tetap melaju mengantar kita ke Surga Firdaus.

Kecepatan 120 km/jam dengan gigi-4 mungkin bukan “kelas” kita lagi. Yang penting, tetap ada laju meski hanya di kisaran 40 km/jam dengan gigi-1. Lambat kayak kura-kura ya? Enggak apa-apa. Namanya juga usaha ….

Jika niat kita benar-benar ikhlas –dan Allah Maha Mengetahui hamba-Nya yang ikhlas– siapa tahu saja Allah berkenan memendekkan jarak itu untuk kita. Kalau pun ternyata jaraknya tetap sama, mungkin saja Allah berkenan menguatkan tekad dan kemampuan kita untuk menempuh sisa perjalanan.

Ibu-ibu dan para muslimah sejagad maya dan sejagad nyata, mari kita saling menyemangati (di atas jalan kebajikan dan ketakwaan)! Semangat!

Bandar Universiti, 28 Oktober 2011,
Athirah

Iklan

Suka-Duka Belajar bersama Mereka

Proses belajar itu pasti ada sukanya, ada dukanya.

Saat melihat mata mereka yang akhirnya paham bahwa ahadukum itu terdiri dari dua isim, rasanya senang sekali hati kita. Saat melihat mereka tetap memegang buku sambil menyusui anaknya, rasanya senang sekali hati kita. Saat melihat mereka meminta diberikan PR materi hari ini, padahal pekerjaan rumah-tangga mereka juga sudah menumpuk, rasanya senang sekali hati kita. Lanjutkan membaca Suka-Duka Belajar bersama Mereka