Arsip Tag: hidup

Waktu

Sejak lama saya berpikir bagaimana caranya hidup yang teratur. Teratur dalam artian kita bisa melakukan banyak hal dengan tetap “bernapas normal”, nggak perlu pakai emosi, nggak perlu pakai stres.

Sampai suatu saat, sekitar tahun 2007 atau 2008, saya ikut dauroh Ustadz Aris Sugiantoro. Selepas kajian, beliau membagikan oleh-oleh sebuah buku terjemahan. Buku yang ringkas, tapi buku itulah yang – alhamdulillah – menuntun saya menemukan sebuah jalan keluar. Jalan keluar yang sangat berarti bagi hidup saya saat ini.

Judul buku terjemahan itu 10 Hak dalam Islam. Judul kitab aslinya Huquq Da’at ilaiha Al-Fithrah wa Qarrarat-ha Asy-Syari’ah, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.

Dalam perenungan, saya bolak-balik bertanya kepada diri sendiri, “Bagaimana caranya melakukan banyak hal? Bagaimana supaya hidup ini berarti dan waktu tidak terbuang sia-sia? Bagaimana caranya melakukan hal-hal yang memberi manfaat, bukan cuma sekadar menghabiskan waktu?”

Sebenarnya, buku itu tidak membahas tips mengelola waktu. Bukan juga tentang manajemen hidup. Tapi, fokus bahasan di buku itu membuat saya bisa berkata, “Ini jawaban yang selama ini saya cari!”

Lanjutkan membaca Waktu

Iklan

Menyederhanakan Keinginan

Keinginan itu banyak
Tapi jangan kelewat banyak
Dan sebisa mungkin disederhanakan
Dikerucutkan

Renungi:
Hidup untuk apa?
Tujuan akhirnya apa?
Apa tugas kita?
Siapa yang punya hak atas diri kita?

Sederhanakan keinginan

Sederhanakakn keinginan

Agar hidup lebih fokus
Hati lebih tenteram
Yang dituju lebih nyata

Insya Allah

Bayan Lepas, 10 Juni 2014
Athirah

Begadang dan Berinternet: Buka-Tutup

Begadang dan berinternet itu punya kesamaan. Setidaknya bagi saya. Entahlah untuk orang lain.

Jangan begadang setiap malam. Begadang tanpa tidur. Pagi-pagi tak ada tenaga untuk terjaga: belajar dengan si kecil, mencuci, memasak, dst.

Jangan berinternet setiap hari. Membuat jenuh. Memakan waktu. Menyita perhatian. Mengalihkan konsentrasi.

Pakailah sistem on-off ‘buka-tutup’. Semalam begadang, semalam enggak. Sehari berinternet, sehari enggak.

Mengapa begitu?

Karena sebagaimana raga itu perlu istirahat dari rasa penat, hati pun perlu dijauhkan dari kelalaian.

Namun, ini asumsi dasar. Bisa fleksibel seiring kebutuhan.

Setuju?

 

Bayan Lepas, 24 Oktober 2013,
Athirah

Plot Kehidupan

Banyak hal yang terlihat bagaikan mimpi (bagai bukan realita) ketika semua plotnya telah selesai dan kita melihatnya secara utuh sejak awal hingga akhir.

Sebuah kota akan kelihatan begitu besar kalau dijelajahi sudutnya satu per satu, tetapi akan begitu kecil saat dilihat dalam bentuk sebuah miniatur arsitektur.

Lanjutkan membaca Plot Kehidupan