Mulai dari yang Paling Mudah

Membangkitkan semangat setelah tersungkur itu perlu tahap.

Kadang karena masalah atau tugas menumpuk … mak breeeekkk … lalu semangat jadi runtuh.

Bagaimana caranya bangkit kembali untuk menyelesaikannya satu per satu?

Mulai dari yang paling mudah!

Karena satu dan lain hal, malam sebelumnya tugas belum bisa dicicil, maka bila pagi hari tugas rumah menumpuk: anak mau ditemani baca buku, piring belum dicuci, rumah belum disapu, masakan belum rampung, cucian belum dikucek, baju yang udah kering belum dilipat.

Maka … mulai dari yang paling mudah:

  1. Cuci piring. Tangan basah (hitung-hitung relaksasi kulit dengan “terapi siraman air” : D )
  2. Kasih aktivitas sementara untuk anak-anak, sambil kita selesaikan tugas yang lain. Misalnya, minta mereka mewarnai, main lego, atau menggambar. Bukan main HP ya!
  3. Sapu rumah.
  4. Rajang bumbu, mulai dari masakan yang paling lama (sambil kita ngucek baju), misalnya rebus, gorengan, masakan yang perlu dibuat asat.
  5. Kucek baju.
  6. Setelah kucek selesai, tadah di baskom/ember, lalu nyalakan air keran dengan pelan. Segera ngacir ke dapur untuk menyelesaikan masakan selanjutnya.
  7. Sambil menunggu masakan selanjutnya matang, bilas baju, lalu peras.
  8. Kembali ke dapur lalu segera rapikan semua sisa hasil memasak. Siram dengan air sedikit supaya sisa bumbu dll tidak lengket di wadah (kalau lengket, nanti susah pas mau dicuci ~> perlu waktu lebih lama).
  9. Jemur baju.
  10. Cuci alat masak dan lap sisa ceceran minyak dll di dapur. Sapu dapur.
  11. Belajar dan baca buku bersama anak-anak.

Kalau tugas di depan komputer sudah menumpuk (terjemahan, tulisan, dll.), mulai dari yang paling mudah:

  1. Terjemahan artikel ringkas. Sebanyak 2-3 paragraf. Kirim!
  2. Ketikkan ide yang berhamburan di lembar word.
  3. Buka folder di komputer, cari draft artikel yang paling mudah untuk diselesaikan. Selesaikan!
  4. Lanjutkan dengan tugas lain yang memungkinkan dikerjakan.

Kenapa kita mulai dari yang paling mudah? Karena satu keberhasilan — meskipun kecil — insyaallah bisa memotivasi kita untuk melanjutkan keberhasilan-keberhasilan lainnya. Kita juga membangun kembali kepercayaan diri, alih-alih meratapi nasib, “Kok banyak banget ini masalah yang harus kuhadapi.”

Dalam konteks lain pun juga begini “kaidah”-nya: mulai selesaikan dari yang paling mudah. Kalau hidup kita runyam kayak benang kusut, maka mulai dari bagian yang kusutnya paling ringan, lalu teruskan hingga semua yang runyam itu bisa kita urai kembali menjadi lurus.

Semangat!

~

Jogja, 2/6/2016

Athirah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s