Go!

Benar …

Jangan terlalu lembek sama diri sendiri,
Nanti manja.
Jangan terlalu keras sama diri sendiri,
Nanti patah.

Jaga keseimbangan.

Sejauh ini, bait-bait di atas mampu menyemangati saya untuk melakukan banyak hal. Tapi tetap bersikap permisif jika ada tujuan yang belum sempat tercapai, selama alasannya memang bisa dibenarkan, bukan demi mencari pembenaran.

Dalam hidup ini, kita perlu memecut diri. Jangan selalu andalkan orang lain atau lingkungan untuk melakukannya. Bertanggung jawablah terhadap diri sendiri!

Beberapa tahun silam, saya pernah cerita ke suami tentang seorang muslimah berusia 35-an yang ilmu agamanya diakui banyak orang. Seseorang berkomentar tentang beliau, “Ya, ‘kan belum punya anak.”

Apa kata suami saya tentang komentar itu?

“Alasan aja.”

Waktu itu, saya pikir tanggapan suami saya itu agak lebay. Tapi, kalau saya renungi saat ini, hal itu ada benarnya juga.

Sebagai seorang perempuan, terkadang kita bersikap terlalu “permisif” dan mencari berbagai dalih sebagai pembenaran. Bahwa kita tidak bisa begini-begitu karena kita sudah tersibukkan dengan urusan rumah, suami, dan anak-anak.

Padahal, kalau kita mencoba, insya Allah bisa. Jangan lupa untuk selalu bergaul rapat dengan teman-teman yang bisa menginspirasi dan menyemangati kita, meski secara tidak langsung. Berkenalanlah dengan banyak orang, tapi dekatkan jiwa-ragamu pada mereka yang bisa menularkan aroma wanginya.

Pergaulan itu berlaku dalam keseharian di lingkungan maupun di dunia maya.

Saya sudah mencoba, dan ternyata memang berefek besar!

Pacu dirimu
Pecut dirimu
Ke batas paling depan yang bisa kau tuju

Yang kau tuju adalah Rabb-mu,
Perdekat jarakmu dengan surga-Nya
Yang kau tuju adalah Rasul-mu
Kau rindu bersama dengannya di telaga, ‘kan?

Tetaplah jaga hak diri
Jangan membuatnya frustasi
Tetaplah jaga hak setiap orang
Hak suami,
Hak anak,
Hak orang tua,
Hak tetangga,
Hak sesama muslim,
Dan hak-hak lain yang tetap harus kau tunaikan.

Kenali titik jenuhmu
Saat kamu hampir tiba di situ,
Segera istirahat
Rebahkan badanmu,
Biarkan hatimu melepas lelah.

Setelah semuanya pulih,
Kembali bangkit dan maju.

Hidup itu soal perjuangan.
Kalau kamu berhenti berjuang,
Habislah sudah!

Padahal, umurmu adalah jatahmu.
Kalau kamu berhenti sebelum jatahmu habis,
Aduh, rugi sekali pasti.

Go!

#

Jogja, 12 Rabi’ul Awwal 1436 (3 Januari 2015),
Athirah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s