Jatuh dan Terluka

Kadang,
Saat terjatuh di tempat umum,
Rasa malu lebih hebat dibandingkan rasa sakit.

Kadang,
Saat disiksa karena teguh pada kebenaran,
Rasa takut lebih hebat dibandingkan rasa sakit.

Sisingamangaraja, 3 Juli 2014,
Athirah

3 pemikiran pada “Jatuh dan Terluka

    1. Takut disiksa musuh krn keteguhannya.

      Hanya orang-orang yang diteguhkan Allah yang bisa menahan rasa takut & rasa sakit itu. Seperti Sumayyah dan para shahabat-shahabiyat, Imam Ahmad, Ibnu Taimiyyah, dll.

      Semoga kita termasuk orang-orang yang diteguhkan Allah.

      يُثَبِّتُ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ

      “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (QS. Ibrahim: 27)

    2. Kadang, rasa sakit itu sebenarnya nggak seberapa. Tapi karena setan membisiki, jadinya malah kelewat takut, tanpa alasan yg benar.

      Jadilah rasa takut (phobi) itu lebih mendominasi dibandingkan rasa sakit.

      Al-Barra’ bin Malik adalah salah seorang shahabat yg nggak takut merasakan sakit ketika berperang, KIsah beliau bagus sekali sebagai motivasi.

      Barokallohu fik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s