Permen Banyak-Banyak

Ummi : Asiyah rajin hafal Alquran ya, supaya bisa dapat banyak pahala. Nanti kalo pahalanya banyak insyaalloh bisa masuk surga.

Asiyah : Apa Ummi? Asiyah nak (mau) permen banyak-banyak.

Ummi : Iya, nanti insyaalloh Alloh kasih permen banyak-banyak.

Bagi Asiyah, permen adalah hadiah yang istimewa. Super eksklusif. Bukan karena kedua orangtunya suka memberi permen, tapi karena permen adalah barang langka di rumah ini, juga barang langka di tas belanjaan.

Permen hanya sesekali ada. Kalau pas lagi ada. Tidak direncanakan.

Bagi Asiyah, pahala itu adalah permen. Di bayangannya, pahala = permen. Itulah imajinasi di benaknya yang berusia 3 tahun & 8 bulan.

Targhib tentang permen sangat berbekas di hatinya. Cerita tentang surga yang berisikan sungai-sungai dan segala kenikmatan ternyata tak cukup berkesan dibandingkan kenangan manisnya pada rasa sebutir permen.

Subhanalloh, inilah dunia anak-anak yang penuh kepolosan.

Bayan Lepas, 1 Januari 2014,
Athirah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s