Beti

Be-ti: beda tipis
Antara hemat dan pelit. Be-ti.

Antara pede dan takabbur. Be-ti.

 

Pangkal Pinang, 3 September 2013,
Athirah

Iklan

2 pemikiran pada “Beti

  1. diurai donk dek,be-ti nya itu seperti apa,biar qt 2 yg awam ini bisa memetik faidah yg lbh mndalam dri sepenggal kata ‘be ti’ yg dek ‘athirah susun ke dlm sepotong kalimat yg teramat singkat…hehe..’ala kulli hal…syukron qriman tulisanny…bisa buat tamba (obat) kangen..barakallahufikum yaukhtaya…

    1. Maaf, Mba.. Baru balas.

      *

      Kita sebagai sesama orang awam mesti saling berbagi ilmu, Mba : )

      *

      Di bayangan saya, be-ti di sini mirip seperti hadits Nu’man Bin Basyir (di kitab Al-Arba’in An-Nawawiyyah). Ada hijab kesamaran yang tipis di antara kedua hal yang be-ti ini.
      – Terkadang alasannya hemat, padahal sebenarnya pelit (a.k.a kedekut). Ga mau sedekah, takut harta berkurang. Kalau pun bersedekah, dikit-dikit banget. Alasannya ya.. hidup mesti hemat. Tapi urusan duniawi, ga pake hitung-hitungan.
      – Terkadang niatnya “pede” malah jadi tergelincir “takabbur”. Apalagi kalau di hadapan orang ramai. Misalnya, niat ngasih kultum/ceramah/pengajian. Itu kan perlu keberanian dan ke-pede-an bicara di depan umum. Kalau salah niat (dan ga sadar), bisa-bisa tergelincir jadi takabbur, riya’, dsb.

      Kita2 ini memang masih perlu terus belajar ya, mba … : )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s