Cicilan

Melalui cicilan, sesuatu yang berat menjadi ringan. Konotasi ini berlaku dalam makna positif maupun negatif.

Cicilan kendaraan

Boleh-boleh saja Anda mencicil pembayaran kendaraan, rumah, maupun barang keperluan hidup lainnya. Asalkan tanpa riba, ya ….

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَن جَاءهُ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِ فَانتَهَىَ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila . Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Q.s. Al-Baqarah: 275)

فَإِن لَّمْ تَفْعَلُواْ فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُؤُوسُ أَمْوَالِكُمْ لاَ تَظْلِمُونَ وَلاَ تُظْلَمُونَ

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (Q.s. Al-Baqarah: 279)

Hasil pencarian bertema “riba”, menggunakan Yufid: http://yufid.com/result.html?cref=http%3A%2F%2Fyufid.com%2Fxml%2Fcse_context_yufid.xml&cof=FORID%3A10&ie=UTF-8&q=riba&sa=Telusuri&siteurl=yufid.com%2F

Cicilan kebajikan

Mencicil kebajikan itu penting. Kita bisa mengambil pelajaran dari turunnya Alquran selama 23 tahun. Habis waktu berpuluh-puluh tahun, akhirnya sampai juga ayat terakhir.

Kita bisa mengambil ibrah dalam kisah hijrah para shahabat dari kekafiran menuju tauhidullah. Awalnya dikisahkan tentang surga kepada mereka. Dikisahkan pula tentang neraka. Berangsur-angsur syariat Allah diturunkan. Akhirnya, mantaplah hati mereka di atas cahaya hidayah.

Sesungguhnya kejujuran membimbing pada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing ke surga. Dan seseorang senantiasa jujur dan membiasakan untuk jujur hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta membimbing pada kejahatan, dan kejahatan akan membimbing ke neraka. Dan seorang hamba senantiasa berdusta dan membiasakan untuk dusta hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (H.r. Al-Bukhari, no. 6094; Muslim, no. 2607)

Cicilan dosa

Maksiat mengantarkan seseorang menuju dosa kecil. Dosa kecil mengantarkannya kepada dosa besar. Dosa besar menggiringnya ke arah syirik kecil. Syirik kecil menenggelamkannya menuju syirik besar. Syirik besar menghancurkannya ke jurang kekafiran.

Cicilan hafalan Alquran

Daripada kita mencicil kemalasan untuk menghabiskan waktu, lebih baik kita mencicil hafalan Alquran setiap hari. Penambahan 1 halaman per hari insyaalloh tidak terlalu sukar. Jangan hitung bahwa masanya akan panjang: 604 halaman = 604 hari = 20 bulan = 1,67 tahun = 1 tahun 8 bulan.

Kalau tidak kita mulai sejak sekarang, masa 1 tahun 8 bulan itu akan habis percuma. Orang yang merasa sangat perlu punya mobil dan rumah saja bela-belain mencicil meskipun mesti disertai riba. Untuk hal mubah (yaitu memiliki mobil dan rumah idaman) seperti itu saja, banyak orang yang rela bermandikan murka Allah.

Untuk Anda yang bertekad menjadi orang-orang yang khusus di sisi Allah, tentunya enggak mau kalah dong ya!

أهل القرآن هم أهل الله وخاصته

Ahli Alquran adalah orang yang dekat dengan Allah dan menjadi orang yang khusus di sisi-Nya.” (H.r. An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Al-Hakim; dinilai shahih oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-tarhib, no hadits. 1432)

Banyak orang bersusah payah dalam keburukan, mengapa Anda yang bersusah payah dalam kebaikan malah bagaikan tentara yang menyerah kalah sebelum maju berperang?

Urusan jatuh itu belakangan, yang penting kayuh dulu sepedanya. Tak ada kemampuan tanpa praktik. Tak ada pahala tanpa amalan. Tak ada akhir tanpa awalan. No pain, no gain!

Bandar Universiti, 28 Desember 2011,
Athirah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s