Repetisi dan Imbuhan yang Begitu Teliti

Berlatar suasana kelas yang saya alami beberapa belas tahun silam.

*

Susah-susah gampang

Di sebuah kelas, seorang guru menyelipkan canda ketika menjelaskan konsep kimiawi.

Guru: “Materi ini memang susah-susah gampang. Lebih banyak susahnya daripada gampangnya.

**

Kebetulan yang bukan kebenaran

Di sebuah kelas, ketika seorang guru matematika menjabarkan contoh soal kepada murid-muridnya.

Guru: “Ini benar atau betul?

Sebagian murid: “Betul ….”

Murid-murid yang lain: “Benar ….”

Guru: “Benar atau betul?”

Sebagian murid: “Betul ….”

Murid-murid yang lain: “Benar ….”

Guru: “Kalau ‘benar’ bisa jadi ‘kebenaran’. Kalau ‘betul’ jadi ‘kebetulan’.”

Bandar Universiti, 17 Desember 2011,
Athirah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s