Kesadaran

Dunia terlipat kecil dalam jendela-jendela di depan komputer. Banyak sekali sebenarnya teropong kita untuk melihat ke dunia luar.

Kalau merenungi realita sekeliling, tubuh saya ini terasa seperti liliput, kecil imut-imut di antara raksasa-raksasa problematika dunia. Mulai dari masalah agama, sesuatu yang paling krusial di atas segalanya. JIL, Syiah, Yahudi, bid’ah, khurafat, kesyirikan, dan gerombolannya. Sampai masalah kemiskinan, kesenjangan sosial, pemenuhan hak anak-anak kecil, dan rentetannya.

Kawan, memang dunia bukanlah satu negara dan kita bukanlah pemimpin utamanya. Kita pun bukan perdana menteri yang berhak dipatuhi titahnya. Kita adalah salah satu hamba Allah yang diberi nikmat tak terkira. Andai kita sadar itu semua, aduhai betapa besar energi yang bisa kita himpun untuk memberi manfaat bagi diri sendiri kemudian bagi orang lain.

Coba lihat kedua tangan kita: sempurna!
Coba lihat kedua mata kita: sempurna!
Coba uji pendengaran kita: sempurna!
Coba raba perut kita: kenyang!
Coba periksa dompet kita: makmur!

Tangan kita tak sebanyak tangan gurita yang bisa menggerayangi berbagai arah dalam sekali ulur. Namun Allah mengaruniakan kemampuan dan kekuatan kepada kita, maka sepatutnya kita berbuat SEMAKSIMAL mungkin yang kita bisa, bukan hanya SEKADAR kemampuan kita.

Ah … banyak sekali pekerjaan yang bisa kita lakukan sebenarnya. Belajar ilmu agama untuk mengangkat kejahilan dari diri kita dan orang lain. Berbakti kepada kedua orang tua. Berkhidmat kepada suami dan merawat anak-anak. Berinteraksi dengan masyarakat dan memahami kebutuhan mereka. Menggalang bantuan untuk saudara-saudara kita sesama muslim di berbagai sudut dunia. Dan maaaaaaaaasiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhhhh banyak lagi pekerjaan yang bisa kita lakukan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.

Pada dentang 2011 ini, carut-marut dunia bisa disaksikan oleh siapa saja. Karena itulah, yang bisa memerbaiki kondisi sekelilingnya, hendaknya ikut serta membantu. Tinggalkanlah kesia-siaan dan lemah semangat. Mungkin kita tak bisa mengubah dunia semau kita, tetapi minimal kita telah berusaha maksimal, sehingga di hadapan Allah kelak kita bisa mempertanggung-jawabkan segala nikmat-Nya.

Tak semua orang punya mata yang sempurna. Yang punya mata sempurna akan dimintai pertanggung-jawaban di hari pembalasan.
Tak semua orang mampu bertutur dengan lisannya. Yang punya lisan sempurna akan dimintai pertanggung-jawaban di hari pembalasan.
Tak semua orang punya akal sempurna untuk berpikir dan belajar. Yang punya akal sempurna akan dimintai pertanggung-jawaban di hari pembalasan.
Tak semua orang punya uang membayar fasilitas interntet. Yang bisa menikmati fasilitas internet akan dimintai pertanggung-jawaban di hari pembalasan.
Tak semua orang bisa bernafas di sebuah negeri yang tenteram. Yang hidup dalam rasa aman akan dimintai pertanggung-jawaban di hari pembalasan.
Tak semua orang bisa dikelilingi oleh kawan-kawan yang berakidah murni, bermanhaj lurus, dan berakhlak mulia. Yang mendapatkan teman-teman terbaik seperti itu akan dimintai pertanggung-jawaban di hari pembalasan.

Semua nikmat akan dimintai pertanggung-jawaban di hari pembalasan kelak. Gunakan sebaik-baiknya seluruh nikmat itu, atau murka Allah akan menenggelamkan jiwa ke api neraka yang menjilat-jilat. Wal’iyadzubillah ….

Bandar Universiti, 11 Desember 2011,
Athirah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s