Plot Kehidupan

Banyak hal yang terlihat bagaikan mimpi (bagai bukan realita) ketika semua plotnya telah selesai dan kita melihatnya secara utuh sejak awal hingga akhir.

Sebuah kota akan kelihatan begitu besar kalau dijelajahi sudutnya satu per satu, tetapi akan begitu kecil saat dilihat dalam bentuk sebuah miniatur arsitektur.

Kepingan puzzle akan kelihatan banyak sekali dan bagaikan mustahil menerka gambar akhir yang akan terbentuk. Namun ketika sudah utuh, yang tampak adalah gambarnya, bukan potongan gambar pada kepingan puzzle.

Dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kelihatan “ringkas” sekali ceritanya saat kita baca di buku-buku/kitab-kitab sirah. Akan tetapi, bagi para shahabat yang dahulu menjalani masa tersebut, perjuangan mereka adalah guliran waktu yang tak bisa langsung berganti tahun, namun mesti berganti detik demi detik.

Kalau kita sampai di penghujung malam, kita mungkin tak sadar bahwa hari ini kita telah menghabiskan 24 jam. Padahal kalau diawasi detik per detik, rasanya lama sekali waktu berlalu.

Terkadang penantian kita dalam sebuah harap itu terlihat lamaaaaaaaaa sekali… padahal saat plot kehidupan itu telah selesai, sepertinya itu semuanya hanya berlangsung dalam beberapa kali kedipan mata.

Bandar Universiti, 21 November 2011,
Athirah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s