Tidak Ada Apa-Apanya

Barusan saya habis baca-baca artikel di blog orang. Kesasar sebenarnya, bukannya sengaja berkunjung ke blog tersebut.

Ternyata banyak sekali kejadian di dunia ini yang tidak kita ketahui. Perihal kegigihan orang lain dalam menjalani hidup, cobaan yang menimpa mereka, baik dalam urusan dunia maupun diniyah.

Ada anak yang ditinggal pergi oleh ibunya, hanya gara-gara tak tahan hidup bersama suami yang sakit parah dan tak mampu lagi bekerja. Anak inilah yang merawat sendiri ayahnya. Sejak usia 10 tahun sampai dia berusia 15 tahun. Dan akhirnya dunia luar mengetahui kisahnya lalu bantuan pun ramai diulurkan kepadanya. Ceritanya masih panjang lagi … Saya tak pandai bercerita.

Ada juga anak umur 3 tahun yang mesti merawat ayahnya yang lumpuh, dan ibunya pergi meninggalkan mereka. Awalnya, anak itu juga dibawa pergi oleh ibunya, tapi entah kenapa si ibu datang lagi ke rumah suaminya hanya untuk meletakkan anak itu di sana lalu dia pergi lagi tanpa jejak. Si anak itulah yang kini merawat ayahnya.

Ada juga seorang wanita tak berkaki. Pada usia 13 tahun dia mengalami kecelakaan dan kakinya mesti diamputasi. Selama 37 tahun dia hidup dengan “berkaki” dua kursi kayu kecil. Selama itu juga hingga kini ia mengabdikan diri di sebuah rumah yatim piatu, merawat anak-anak bayi dan balita di sana, memandikan mereka, memberikan susu dari botol susu, mengajak mereka bermain, hingga membuatkan sepatu untuk mereka.

Di saat ini pula, saudara-saudara kita ahlus sunnah di Yaman sedang dikepung oleh orang-orang Syiah Rafidhah. Kejadian ini telah bermula pekan lalu. Masya Allah … Semoga Allah menolong kaum muslimin di mana pun mereka berada.

Speachless ….

Sering kali saya menyangka bahwa saya sudah maksimal dalam memanfaatkan waktu, sudah maksimal dalam menjalankan kewajiban sebagai hamba Allah, sudah maksimal dalam memberi kepada orang lain, sudah maksimal dalam beramal, sudah maksimal dalam memenuhi hak orang lain, sudah maksimal dalam berbuat segala kebaikan, sudah begitu banyak ditimpa kesusahan, sudah begitu repot mengurus anak.

Malam ini mata saya pun berkaca-kaca. Indeed, I’ve done nothing ….

Alhamdulillah, Allah menyadarkan saya selagi saya masih diberi waktu oleh-Nya, masih diberi kesempatan memperbaiki diri.

Benar-benar, tidak ada petunjuk untuk senantiasa mengerjakan kebajikan selain petunjuk dari Allah, tidak ada hidayah untuk menjauhi perkara-perkara yang membinasakan selain hidayah dari Allah, tidak ada taufik untuk bersyukur dan bersabar selain taufik dari Allah, tidak ada keteguhan iman selain bagi orang-orang yang diberikan keteguhan oleh Allah.

Betapa hidup ini bergulir, bergulir, perlahan tanpa disadari sudah banyak sekali ternyata kesia-siaan yang dijalani.

Menarik napas panjang ….

Setidaknya, masih ada waktu untuk berubah menjadi lebih baik.

Segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam atas segala nikmat-Nya yang tidak akan pernah bisa terhitung, tidak akan pernah bisa terhitung ….

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Q.s. Ibrahim: 34)

Bandar Universiti, 10 November 2011,
Athirah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s