Suka-Duka Belajar bersama Mereka

Proses belajar itu pasti ada sukanya, ada dukanya.

Saat melihat mata mereka yang akhirnya paham bahwa ahadukum itu terdiri dari dua isim, rasanya senang sekali hati kita. Saat melihat mereka tetap memegang buku sambil menyusui anaknya, rasanya senang sekali hati kita. Saat melihat mereka meminta diberikan PR materi hari ini, padahal pekerjaan rumah-tangga mereka juga sudah menumpuk, rasanya senang sekali hati kita.

Saat melihat mereka kebingungan memahami perbedaan jumlah ismiyyah dan jumlah fi’liyyah, rasanya sedih diri kita. Saat melihat mereka kesulitan berkonsentrasi karena anaknya yang ramai, rasanya sedih diri kita.

Namun suka-duka itu adalah sebuah proses yang mesti dilalui dalam belajar. Semuanya hanya persoalan pembiasan ‘kan, Ibu-ibu?

Sekarang kita mesti melatih diri tetap khusyuk saat kerudung ditarik-tarik anak kita saat kita sedang shalat. Sekarang kita mesti membiasakan diri tetap fokus dan konsentrasi dalam belajar saat anak kita berlari-lari, merengek, menangis, menumpahkan makanan, dan berebut mainan dengan anak lain.

Mudah-mudahan Allah menjaga keistiqamahan kita dan mereka selamanya.

Jalan mendaki itu sukar, namun begitu mudah ketika kita sudah sampai di puncak dan siap menuruni bukit perjuangan. Kemudian akhirnya adalah sampainya kita di telaga (al-haudh) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berjumpa dengan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang kita rindu, insya Allah ….

Bandar Universiti, 27 Oktober 2011,
Athirah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s