Pilih Mana: Tahu Sedikit atau Tahu Banyak?

Seorang kawan saya pernah bertanya, “Kamu pilih mana: tahu sedikit tentang banyak hal atau tahu banyak tentang sedikit hal?”

Tujuh tahun lalu, saat pertanyaan itu dia lontarkan kepada saya, saya tidak bisa menjawabnya. Saya pikir-pikir, “Kalau cuma tahu sedikit tentang banyak hal, artinya saya tidak ahli dalam satu bidang tertentu pun. Tapi kalau saya bisa tahu banyak tentang sedikit hal, itu artinya, bisa jadi saya sama sekali tidak tahu tentang suatu hal yang sangat penting.”

Hari ini, saya sudah bisa menjawabnya. Setidaknya, menyampaikan jawaban itu untuk diri saya sendiri: saya ingin tahu tentang hal-hal mendasar dalam hidup ini meski saya tidak harus menjadi ahli di bidang itu, dan saya ingin tahu banyak tentang suatu hal tertentu.

Saya mesti tahu hal-hal dasar tentang akidah, manhaj, fikih, akhlak, adab, alquran, hadis. Untuk lebih fokus, saya sungguh ingin bisa benar-benar paham dan tahu banyak tentang ilmu hadis.

Saya ingin tahu hal-hal yang menjadi bagian diri saya sebagai muslimah yang juga seorang ibu rumah tangga: mendampingi suami, mendidik anak, memasak, mengurus rumah, bergaul dengan masyarakat sekitar, mendekatkan teman-teman saya dengan Islam yang sahih, membantu kerja-kerja dakwah. Sebagai hal utama yang tidak boleh dikorbankan, saya akan memilih fokus utama ada pada tugas-tugas yang berkaitan dengan urusan rumah tangga, suami, dan anak. Tidak lucu ‘kan kalau kita sibuk jadi pembicara di pengajian, pemateri di seminar parenting, dll … sedangkan suami dan anak kita ada dalam asuhan pembantu. Oh tidak, bagaimana mungkin “suamiku” akan menjadi “suami si bibi” dan “anakku” akan menjadi “anak si bibi”!

Saya ingin punya kemampuan untuk memberi maslahat diniyah kepada sebanyak mungkin kaum muslimin, tetapi minimal saya bisa memberi maslahat diniyah kepada orang tua saya dan adik saya.

Dan …

Masih banyak lagi pastinya keinginan-keinginan kita, impian-impian kita, cita-cita kita. Bermodalkan waktu di tangan, tekad di hati, segala kemampuan riil dan abstrak di dalam diri.

Meski begitu, kita mesti F.O.K.U.S.

Fokus berjuang di jalur pilihan hidup yang sudah kita ambil, dalam batasan-batasan Alquran dan sunnah, berdasarkan pemahaman salaful ummah.

Semua fokus yang kita pilih, didasarkan pada dua pertimbangan:
1. Seberapa besar kemampuan kita.
2. Seberapa banyak rintangan pada medan yang akan kita lalui.

Well, do less is better than do nothing. While, do many is better than do less.
Well, later is better than never. While, earlier is better than later.

Burn up your spirit!

Keep moving forward without missing the lessons of the past.

Masa lalu adalah pelajaran. Mari melaju tanpa melupakan jejak berharga di masa lalu.

Masa kini saatnya bekerja keras dan bekerja cerdas. Jika tersandung sekali, langsung bangkit, lalu tatap langit yang luas dan biru di atas sana. Bumi Allah luas, bukan? Jika tempat kita bukan di sini, insya Allah akan ada tempat lain di belahan bumi lain untuk kita.

Masa depan adalah waktu untuk menuai. Jika “masa depan” telah tiba, selesai sudah masa perjuangan. Yang menyesal hanya bisa menyesal. Yang bergembira akan bergembira selamanya.

Surga Firdaus Al-A’la, tunggu kami ….

*

Tulisan ini dari saya, untuk saya. Meski begitu, semoga bisa menginspirasi orang yang membacanya ….

Bandar Universiti, 29 September 2011,
Athirah

Iklan

4 pemikiran pada “Pilih Mana: Tahu Sedikit atau Tahu Banyak?

    1. Bisa jadi, ukhti thuwailibah punya sebuah simpanan kebaikan yg sungguh amat sangat bernilai sekali di sisi ALLOH, sedangkan org lain tak punya sesuatu seberharga itu..

      We’ll never know it until the judgement day comes

  1. masyaalloh..seneng mbak baca ini..dapat pencerahan. memang setiap kita (terutama saya) harus sering sering diingatkan untuk fokus pada hal hal yang utama.
    terutama yang akan Alloh minta pertanggungjawabanya di yaumil hisab nanti..jazakillahu khairaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s