Umar dan Karya Mesir Kuno

Dalam tulisan berjudul “Ayat Injil:Indah pada Waktunya” di blog ini, ada tanggapan yang cukup kritis sekaligus menarik dari salah seorang pembaca. Meskipun saya tidak bisa menjawab beragam tanda tanya, saya cukup setuju dengan pendapat tersirat beliau bahwa seorang muslim tidak boleh bermudah-mudah dalam menjustifikasi halal-haramnya sesuatu. Tulisan berjudul “Ayat Injil:Indah pada Waktunya” bukan sebuah justifikasi, tentunya.

Akan tetapi, ada satu hal yang membuat saya terus kepikiran: Bolehkah kita mengutip ayat injil karena sekadar senang dengan keindahan kalimatnya?

Duhai diri saya yang jahil, saya tak mampu menjawab tanya ini ….

Walhasil, saya pun bertanya kepada pihak yang–insya Allah–bisa melenyapkan kebuntuan tersebut.


فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui.”

(Qs. An-Nahl:43)

Melalui halaman “Tanya Ustadz” di www.ustadzaris.com, saya menanyakan kebimbangan saya kepada Ustadz Aris Munandar, M.A. hafizhahullah (semoga Allah menjaga beliau).

Berikut ini saya salinkan tanya-jawab tersebut. Semoga bermanfaat.

Bandar Universiti, 24 September 2011,
Athirah

*

Re: UstadzAris.com Tanya Ustadz: mengutip kalimat dari injil

Saturday, September 17, 2011 9:48 AM
Message body

jawabannya sebagaimana jawaban umar bin al khattab ketika ditanya tentang buku-buku warisan peradaban Mesir kuno, “Jika isinya kebaikan maka kita memiliki al qur’an yang memuat segala kebaikan. jika isinya adalah keburukan maka kita tidaklah menyukai dan menginginkan keburukan“.

Pada 14 September 2011 21:35, ummu asiyah <athirah@***.org> menulis:

To: UstadzAris

From:
ummu asiyah
athirah@***.org

Message:
  Assalamu ‘alaykum.

    Ustadz,

    1. Bagaimana hukumnya mengutip dan menyebarkan kalimat dari Injil
    (maupun kitab agama lain), sekadar karena suka dengan keindahan
    kalimat tersebut (bukan untuk tujuan ilmiah lainnya)? Misalnya,
    mengutip kalimat dari Injil, “Segala sesuatu akan indah pada
    waktunya”.

    2. Sahihkah argumentasi sebagian orang bahwa Rasulullah shallallahu
    ‘alaihi wa sallam marah saat melihat Umar membawa (dan membaca)
    Injil?

    Mohon penjelasan dari Ustadz. Jazakallohu khayran.

Akismet Spam Check: passed
Sent from (ip address): 202.78.202.114 (ns1.syaria.net)
Date/Time: 14 September 2011 2:34 pm
Coming from (referer): http://ustadzaris.com/tanya-ustadz
Using (user agent): Mozilla/5.0 (Windows NT 6.1; rv:7.0)
Gecko/20100101 Firefox/7.0

Iklan

Satu pemikiran pada “Umar dan Karya Mesir Kuno

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s