Menghala Jogja



garis berbentuk hati itu adalah kerinduanku

yang sedang mengamati jalan kecil di hadapan

*

jalan itu menghala perbatasan kota kecil ini dan jogja

bukan sekadar karena jogja itu kampung halaman keduaku,

tapi karena aku rindu 

*

rindu duduk diam,

langsung mendengar suara ustadz dan mencatat pelajaran

rindu duduk manis,

langsung memerhatikan ustadzah memberi nasihat

*

mendengar rekaman kajian tentu tak sepenuhnya sama

tak sepenuhnya sama dengan duduk langsung bersama teman-teman, mendengar bersama

*

yang namanya rindu,

apa lagi boleh dikata?

Bandar Universiti, 12 September 2011,

Athirah

Iklan

Satu pemikiran pada “Menghala Jogja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s