Seperti Matahari

Sedari kecil,
Kukira matahari terbit pagi hari lalu terbenam sore hari,
Sedangkan rembulan terbit di malam hari lalu undur diri menjelang pagi

Saat beranjak dewasa,
Kusadari bahwa matahari terbit pagi hari
Lalu sekadar sembunyi di malam hari

Sedari kecil,
Kukira matahari bersinar sendiri sepanjang hari
Kemudian rembulan taram-temaram sepanjang malam

Saat beranjak dewasa,
Kupahami bahwa sinar matahari selalu ada
Pagi hari maupun malam hari

Matahari menyinari bumi, pagi hingga petang
Dia menampakkan diri kepada dunia dan penghuninya
Matahari menyinari bumi, malam hingga fajar
Dia pantulkan cahaya kepada rembulan
Jadilah malam cantik dengan sinar redup menawan

Di separuh waktu,
Matahari memberi manfaat di depan tabir
Di separuh lainnya,
Matahari memberi manfaat dari belakang tabir

Pada saat terang,
Matahari sendirilah yang membagi cahayanya
Pada saat senyap,
Cahaya itu dipantulkan kepada rembulan menuju jagad dunia

Sejatinya, matahari bekerja tiada henti
24 jam tanpa letih
Kadang bekerja sendiri
Kadang mengajak yang lain

Ketika itu semua kurenungi,
Hatiku pun berbisik,
Aku ingin menjadi seperti matahari ….

Bercahaya sepanjang waktu,
Boleh jadi dia menyapa,
Boleh jadi dia menyelinap

Bukan seperti lilin,
Menerangi dunia, namun meluluhkan dirinya
Habis raganya, dunia pun memapar gulita

Matahari bersinar
Dan dirinya tetap bertahan
Esok dia bersinar
Esok dia bersinar
Esok dia bersinar

Atas kuasa Allah,
Matahari hanya akan benar-benar berhenti memberi manfaat
Kala tibalah waktunya kiamat

Mengingat awal sebuah kitab kecil,
Al-Qawaidul Arba’
Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab mendoakan,

أسأل الله الكريم رب العرش العظيم أن يتولاك في الدنيا والآخرة وأن يجعلك مباركاً أينما كنت وأن يجعلك ممن إذا أعطى شكر وإذا ابتلى صبر وإذا أذنب استغفر فإن هؤلاء الثلاث عنوان السعادة

Aku mohon kepada Allah yang Mahamulia, Rabb pemilik ‘Arsy yang Agung, semoga Dia berkenan menjagamu di dunia dan di akhirat. Semoga Dia menjadikanmu hamba-Nya yang berberkah di mana pun engkau berada. Semoga dia menjadikanmu orang yang bersyukur jika diberi, bersabar jika diuji, dan memohon ampun jika melakukan dosa. Sungguh, tiga hal ini adalah inti kebahagiaan.”

Karenanya,
Aku meniru beliau,
Aku pun berdoa,

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مُبَارَكاً أَيْنَمَا كُنْتُ وَاجْعَلْنِيْ مِمَّنْ إِذَا أُعْطِيَ شَكَرَ وَإِذَا ابْتُلِيَ صَبَرَ وَإِذَا أَذْنَبَ اسْتَغْفَرَ

Ya Allah, jadikanlah aku hamba-Mu yang berberkah di mana pun aku berada. Jadikanlah aku orang yang bersyukur ketika diberi, yang bersabar ketika diuji, dan yang memohon ampunan-Mu ketika melakukan dosa.”

Bandar Universiti, 6 Ramadan 1432 H (6/8/11 M),
Athirah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s