Teringat


Teringat langit Jogja kala petang.
Teringat Roudhotul ‘Ilmi.
Teringat Zahiroh.
Teringat Hilyah.

Teringat sepeda-sepeda di sore hari.
Teringat Masjid Al-‘Ashri.
Teringat Masjid Pogung Raya.
Teringat Masjid As-Salam.
Teringat Masjid Ibnu Sina.
Teringat Maskam UGM.

Teringat senyap yang khusyuk.
Teringat Ustadz Abu ‘Isa dan Ummu ‘Isa.
Teringat Ustadz Abu Sa’ad dan Ummu Husyam.
Teringat Ustadz Abu Salman dan Ummu Salman.
Teringat Ustadz Aris dan Ummu ‘Ukkasyah.
Teringat Ustadz Marwan dan Mba Maryam.
Teringat Ustadz Muslam dan Ummu Humaira’.
Teringat Ustadz Sa’id dan Mba Rini.
Teringat Ustadz ‘Afifi dan Mba Yani.
Teringat Ustadz Abu Ahmad dan Mba Yuni.
Teringat Ustadz Samsuri dan Ummu ‘Abdirrahman.

Teringat makan bersama di malam hari.
Teringat buku Kaifa Tatahammas fi Thalabil ‘Ilmisy Syar’i.

Teringat Ihya’.
Teringat Pondok Jamilurrohman.
Teringat TPA Nurul ‘Ilmi.
Teringat Pogung.
Teringat Kali Code.

Kerinduan tetap menerawang di langit luas.
Sembari jasad duduk bersabar sampai saatnya akan tiba.
Berharap kita ‘kan menjejak kaki dalam waktu lama di Tanah Haram.
Juga merindu bersua dengan Jogja, meski jumpa selewat saja.

Yang indah-indah memang pantas mendapat tempat di hati.

Bandar Universiti, 10 Juni 2011,
Athirah.

Iklan

6 pemikiran pada “Teringat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s