Kumpul-Kumpul

Saat sendirian, boleh jadi, lisan terkunci rapat. Namun, kalau sudah berkumpul bersama seseorang, apalagi beberapa orang, baik dalam perkumpulan langsung atau dalam forum dunia maya, kira-kira apa yang mungkin terjadi?

Mungkin akan terjadi perbincangan, perihal berbagai hal. Hal-hal personal, suami, anak, mertua, pelajaran, peristiwa, sampai kehidupan pribadi orang lain pun terkadang ikut terkorek-korek.

Apa bahayanya?

Ketika perbincangan sudah mengarah kepada kehidupan pribadi orang lain, besar kemungkinan, para peserta perbincangan akan terjerumus pada pergunjingan. Ya, pergunjingan, yang dalam agama biasa disebut dengan istilah “ghibah“, dan dalam keseharian kita biasa lebih akrab dinamakan dengan “gosip”.

Namanya saja sudah tak enak didengar: gosip. Apalagi, kalau yang jadi sasaran gosip adalah kita. Kalau kita yang menggunjing orang lain, mungkin kita merasa biasa saja ya …. Akan tetapi, sadarkah kita; hari ini, kita yang menggunjing orang lain. Besok-besok, bisa jadi kita yang jadi bahan pergunjingan. Bahkan, kawan bergunjing kita hari ini, yang jadi mitra kita dalam mempergunjingkan orang lain, boleh jadi malah menggunjing kita di kesempatan yang lain, saat kita tidak ada di dekatnya.

Seseorang yang saleh pernah berkata,

“Engkau mempunyai aib
Orang lain pun mempunyai aib
Engkau memiliki lisan
Orang lain pun memiliki lisan.”

Karenanya, berhati-hatilah, wahai Jiwa ….

Gosip dan pergunjingan

Tentunya, kita sudah biasa mendengar ayat ini ‘kan,

وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ

… Dan janganlah mencari-cari keburukan orang lain dan janganlah menggunjing satu sama lain. Adakah seseorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentulah kamu merasa jijik kepadanya ….” (Q.S. Al-Hujurat:12)

Apalagi hadis ini,

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال أتدرون ما الغيبة قالوا الله ورسوله أعلم قال ذكرك أخاك بما يكره قيل أرأيت إن كان في أخي ما أقول قال إن كان فيه ما تقول فقد اغتبته وإن لم يكن فيه ما تقول فقد بهته

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kalian apa itu ghibah?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Kemudian, beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Engkau menyebut-nyebut saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.” Kemudian, ada yang bertanya, “Bagaimana pendapat Anda, jika sesuatu yang aku sebutkan tersebut ternyata memang ada pada saudaraku?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jika memang cerita yang engkau sampaikan tersebut ada pada dirinya, itulah yang namanya ghibah, namun jika tidak ada pada dirinya, berarti engkau telah berdusta atas namanya.” (Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i; dinilai sahih oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib)

Tips

Jika mampu memperingatkan kawan-kawan yang sedang bergunjing, tentunya itu yang paling baik. Namun, jika kita tidak memiliki kemampuan untuk itu, minimal, kita tidak ikut-ikutan bergabung. Lalu, apa yang bisa kita lakukan?
1. Berbincang dengan kawan lain tentang perkara yang bermanfaat, seperti: membicarakan ilmu, solusi sebuah masalah, atau jalan untuk mencapai cita-cita.
2. Menyendiri, duduk mojok, sambil berzikir, membaca Alquran, membaca buku, mendengar rekaman bacaan Alquran, atau mendengar rekaman ceramah keislaman.
3. Beranjak pergi, kalau memang urusan kita di sana sudah rampung.

Menjelang akhir

Sebelum meninggalkan forum kumpul-kumpul tersebut, bacalah doa kafaratul majelis.

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

(Subhanakallahumma wa bi hamdika asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka, wa atubu ilaik)

“Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan memujimu, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”

(H.R. Abu Daud, no. 4859; Syekh Al-Albani berkomentar tentang hadis ini, “Hasan sahih.”)

Lisan yang terjaga, itu lebih menyelamatkan. Semoga Allah menjaga kita dari api neraka-Nya.

المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده والمهاجر من هجر ما نهى الله عنه

“Seorang muslim sejati adalah seorang muslim yang muslim-muslim lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Orang yang sungguh berhijrah adalah orang yang berhijrah dari segala sesuatu yang dilarang oleh Allah.”

(H.R. Bukhari dan Muslim; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Bandar Universiti, 18 Mei 2011,
Athirah

==
N.B.: Untuk tambahan wawasan bagi kita, silakan simak juga pembahasan menarik pada artikel http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/rasulullah-shalallahualaihi-wasallam-mengajarimu-arti-ghibah-sesungguhnya.html

Satu pemikiran pada “Kumpul-Kumpul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s