Senantiasa Menggantungkan Hati kepada Ash-Shamad

Ketika hendak beribadah, kita sepatutnya menggantungkan hati kepada Allah; berharap agar Allah menjadikan niat kita ikhlas mempersembahkan ibadah kita hanya untuk-Nya.

Ketika sedang beribadah, hati kita tetap digantungkan kepada Allah; berharap agar Allah menjadikan tata cara amalan kita selalu lurus menurut pada tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Adapun ketika kita telah selesai beribadah, hati pun tak boleh lepas dari ketergantungan kepada Allah; berharap agar amal ibadah yang telah kita lakukan berkenan Ia terima di sisi-Nya.

Itulah intisari nasihat Ustadz Abu Isa–semoga Allah menjaga beliau dan keluarga beliau–beberapa tahun silam. Sungguh, nasihat yang disampaikan hari itu, benar-benar masih teringat dengan baik hingga kini.

Bandar Universiti, 30 Maret 2011,
Athirah binti Mustadjab


Kotakata:
Ash-Shamad (Ar): Salah satu nama Allah; silakan lihat di surat Al-Ikhlas, ayat ke-2.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s