Selagi Dia Baru Berusia Sebelas Bulan

Sejak pekan lalu, akhir bulan Maret 2011, ibu-ibu dan bapak-bapak Indonesia di kota Tronoh sudah mulai tampak semakin sibuk mendampingi anaknya belajar. Pasalnya, Sekolah Rendah di kota Tronoh dan Seri Iskandar akan mengadakan peperiksaan tengah semester.

Di suatu sore, saya mendengar tetangga saya sedang mendampingi anaknya belajar. Pendengaran saya menyimak bahwa si anak sedang setoran hafalan surat Al-Fil pada ayahnya. Berkali-kali, saya mendengar Si Anak mengulang-ulang surat tersebut hingga akhirnya dia berhasil menghafalnya dengan lancar.

Terlintaslah sebuah kesimpulan dalam benak saya, bahwa:

Selagi anak-anak masih kecil, selayaknya orang tua memaksimalkan segenap waktu dan tenaga untuk belajar sebanyak-banyaknya, utamanya ilmu agama.

Jika sudah tiba saatnya bagi anak-anak itu untuk belajar, orang tua tak perlu kikuk atau “mati gaya” di depan anaknya, lantaran mereka belum bisa jadi guru yang baik di rumah mereka sendiri.

Saya pun menghitung-hitung usia putri saya. Ya, saat ini dia “baru” berusia sebelas bulan. Setidaknya, saya masih ada waktu untuk lebih giat lagi menghafal Alquran dan menimba ilmu agama sebanyak-banyaknya. Mempelajari ilmu pengetahuan umum pun, insya Allah, tak ‘kan saya tinggalkan. Jika suatu saat nanti putri saya ini sudah menginjak masa belajar, saya sungguh berharap bisa menjadi guru yang baik baginya. Minimal, saya bisa mendampinginya mempelajari ilmu-ilmu dasar diniah maupun duniawiah, karena saya tak ingin berdusta pada kenyataan bahwa saya bukan ahli dalam semua cabang ilmu.

Di masa bermainnya sekarang, beberapa “sajian untuk diicip-icip” sudah mulai kami suguhkan untuk Sang Putri Kecil, mulai dari Sang Ayah yang memperdengarkan bacaan Alquran untuknya, sampai Sang Putri Kecil yang dibiarkan memilih dan membuka-buka buku “kesukaannya” (maksimal hanya dibuat kusut, dibuka sampul plastiknya, atau dijatuhkan dari rak buku yang sudah tertata rapi).

Selagi ada jalan, kita sigap segera mengarahkan langkah untuk menempuhnya. Di balik itu semua, selalu ada keinsafan diri ‘tuk berujar, “Memang tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah.”

Bandar Universiti, 30 Maret 2011,
Athirah binti Mustadjab


Kotakata:
– Peperiksaan (Mly): Ujian (Ind).
– Sekolah Rendah (Mly): Sekolah Dasar (Ind).
– Tronoh: Salah satu kota kecil di Negara Bagian Perak Darul Ridzuan, Malaysia.
– Seri Iskandar: Salah satu kota kecil di Negara Bagian Perak Darul Ridzuan, Malaysia.
– Bandar Universiti: Salah satu kompleks perumahan di kota Tronoh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s