Jika Sedang Sedih

Kesan pertama, dialah yang biasanya berbekas lama. Sebagai bunga pertama di pekarangan ini, saya ingin berbagi sesuatu di sini.

Jika saya sedang sedih, saya suka mengulang-ulang ayat ini,

سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ

Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa,

لِّلْكَافِرينَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ

Orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya,

مِّنَ اللَّهِ ذِي الْمَعَارِجِ

(Yang datang) dari Allah, yang mempunyai tempat-tempat naik.

تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.

فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً

Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.

إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيداً

Sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu jauh (mustahil).

وَنَرَاهُ قَرِيباً

Sedangkan Kami memandangnya dekat (mungkin terjadi).

Seringkali pula, membaca surat Adh-Dhuha,

وَالضُّحَى

Demi waktu matahari sepenggalahan naik,

وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى

Dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى

Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَى

Dan sesungguhnya, hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيماً فَآوَى

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

وَوَجَدَكَ ضَالّاً فَهَدَى

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.

وَوَجَدَكَ عَائِلاً فَأَغْنَى

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

Sebab itu, terhadap anak yatim, janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ

Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.

Terkadang pula, dengan mengucapkan khutbatul hajah untuk saya dengar sendiri.

Bagaimana dengan Anda?

Satu pemikiran pada “Jika Sedang Sedih

  1. mendekatkan diri pada Allah, seperti berwudzu, sholat sunat, ataupun membaca ayat-ayat suci Al-Quran . . .
    Salam. . :-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s